Kamis, 20 April 2017

Model Pembelajaran Problem Possing(Pengajuan Soal)

Pembelajaran Matematika dengan Model Pembelajaran  "PROBLEM POSING"



A. Pengertian Problem Posing  

Problem posing adalah istilah dalam bahasa inggris yaitu dari kata “Problem” artinya masalah, soal, atau persoalan dan kata “to pose” yang artinya mengajukan. Problem posing bisa diartikan sebagai pengajuan soal atau pengajuan masalah. Problem posing adalah salah satu model pembelajaran yang sudah lama dikembangkan, Huda (2013: 276) menyatakan bahwa problem posing merupakan istilah yang pertama kali dikembangkan oleh ahli pendidikan asal Brazil, Paulo Freire.

Suryanto (Thobroni dan Mustofa 2012 : 343) mengartikan bahwa kata problem sebagai masalah atau soal sehingga pengajuan masalah dipandang sebagai suatu tindakan merumuskan masalah atau soal dari situasi yang diberikan. Selanjutnya, Amri (2013 :13) menyatakan bahwa pada prinsipnya, model pembelajaran problem posing mewajibkan siswa untuk mengajukan soal sendiri melalui belajar soal dengan mandiri.

Sejalan dengan pendapat tersebut, Thobroni dan Mustofa (2012 : 351) menyatakan bahwa model pembelajaran problem posing adalah suatu model pembelajaran yang mewajibkan para siswa untuk mengajukan soal sendiri melalui belajar soal (berlatih soal) secara mandiri. Berdasarkan pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa model problem posing adalah model pembelajaran yang mewajibkan siswa belajar melalui pengajuan soal dan pengerjaan soal secara mandiri tanpa bantuan guru.

Problem posing merupakan model pembelajaran yang mengharuskan siswa menyusun pertanyaan sendiri atau memecah suatu soal menjadi pertanyaan-pertanyaan yang lebih sederhana yang mengacu pada penyelesaian soal tersebut.

Dalam pembelajaran matematika, problem posing (pengajuan soal) menempati posisi yang strategis. Siswa harus menguasai materi dan urutan penyelesaian soal secara mendetil. Hal tersebut akan dicapai jika siswa memperkaya khazanah pengetahuannya tak hanya dari guru melainkan perlu belajar secara mandiri. Problem posing dikatakan sebagai inti terpenting dalam disiplin matematika. Silver dan Cai menulis bahwa ”Problem posing is central important in the discipline of mathematics and in the nature of mathematical thinking”.

Suryanto menjelaskan tentang problem posing adalah perumusan soal agar lebih sederhana atau perumusan ulang soal yang ada dengan beberapa perubahan agar lebih sederhana dan dapat dikuasai. Hal ini terutama terjadi pada soal-soal yang rumit. (Pujiastuti, 2001:3)


B. Langkah-Langkah Pembelajaran Matematika "PROBLEM POSING"

Dengan demikian, langkah-langkah model pembelajaran problem posing (dalam Suyitno, 2004:31-32) adalah sebagai berikut.
a. Guru menjelaskan materi pelajaran kepada para siswa. Penggunaan alat peraga untuk memperjelas konsep sangat disarankan.
b. Guru memberikan latihan soal secukupnya.
c. Siswa diminta mengajukan 1 atau 2 buah soal yang menantang, dan siswa yang bersangkutan harus mampu menyelesaikannya. Tugas ini dapat pula dilakukan secara kelompok.
d. Pada pertemuan berikutnya, secara acak, guru menyuruh siswa untuk menyajikan soal temuannya di depan kelas. Dalam hal ini, guru dapat menentukan siswa secara selektif berdasarkan bobot soal yang diajukan oleh siswa.
e. Guru memberikan tugas rumah secara individual.


C. Tipe-tipe Model Pembelajaran "PROBLEM POSING"

Tiga tipe model pembelajaran problem posing yang dapat dipilih guru (Usmanto,2007).
Pemilihan tipe ini dapat disesuaikan dengan tingkat kecerdasan para siswa (peserta didik).
1. Problem posing tipe pre-solution posing
Siswa membuat pertanyaan dan jawaban berdasarkan pernyataan yang dibuat oleh guru. Jadi, yang diketahui pada soal itu dibuat guru, sedangkan siswa membuat pertanyaan dan jawabannya sendiri.
2. Problem posing tipe within solution posing
Siswa memecahkan pertanyaan tunggal dari guru menjadi sub-sub pertanyaan yang relevan dengan pertanyaan guru.
3. Problem posing tipe post solution posing
Siswa membuat soal yang sejenis dan menantang seperti yang dicontohkan oleh guru.  Jika guru dan siswa siap maka siswa dapat diminta untuk mengajukan soal yang menantang dan variatif pada pokok bahasan yang diterangkan guru. Siswa harus bisa menemukan jawabannya. Tetapi ingat, jika siswa gagal menemukan jawabannya maka guru merupakan narasumber utama bagi siswanya. Guru harus benar-benar menguasai materi.

D. Strategi Pengajuan Soal

Strategi dalam pengajuan masalah dapat dilihat dari beberapa tinjauan literatur. Strategi ini dapat diterapkan dalam mengajukan masalah tertentu. Strategi tersebut mengemukakan ”bagaimana melihat” atau menemukan masalah (Dillon). Krutetskii memanipulasi kondisi tertentu dan tujuan dari masalah yang diajukan sebelumnya. Hashimoto bertanya ”bagaimana jika”, dan ”bagaimana jika tidak” Brown Walter.

Mempertimbangkan hubungan yang baru dari masalah baru (Polya). Strategi lain dalam mengajukan sebuah pertanyaan adalah untuk melihat hubungan antara informasi yang diberikan dan mengajukan sebuah pertanyaan yang mengikuti hubungan tersebut (Krutelskii). Cara melihat atau menemukan masalah sejenis dengan gabungan strategi dalam perumusan masalah (Kilpatrick). Strategi ini berada pada penemuan tingkatan masalah (Dillon). Masalah tersebut ditampilkan pada penguji coba atau orang lain yang mengajukan pertanyaan, yang perlu dilakukan penanya adalah menemukannya.

Strategi lain adalah untuk memanipulasi kondisi tertentu dan tujuan dari masalah yang diajukan sebelumnya. Ini serupa dengan penggunaan analogi dalam menghasilkan masalah baru yang terkait (Kilpatrick). dalam studi ini, terdapat dua strategi berbeda yang dikembangkan sebagai berikut:

(1). Mengajukan pertanyaan mengenai masalah matematika dari masalah yang ada dalam buku pelajaran. Kilpatrick menjelaskan bahwa ada dua tahap dalam proses penyelesaian masalah selama masalah baru diciptakan. Penyelesaian masalah bisa dengan mengubah beberapa atau semua kondisi masalah untuk melihat masalah baru, apa yang mungkin dihasilkan dan setelah masalah diselesaikan. Penyelesaian masalah bisa dengan meninjau ulang bagaimana solusi dipengaruhi oleh berbagai macam permasalahan.

Strategi ini dapat dikembangkan oleh siswa sebagai berikut.
a. Memilih satu masalah dari buku pelajaran matematika atau buku LKS matematika.
b. Menentuan kondisi dari permasalahan yang diberikan dan hal yang tidak diketahui.
c. Mengubah kondisi masalah dalam dua cara yang berbeda Pertama, tambahkan lagi beberapa kondisi atau kondisi baru pada masalah asli kemudian rumuskan satu pertanyaan baru. kedua, pindahkan kondisi dari masalah asli kemudian rumuskan pertanyaan baru.

(2). Mengajukan masalah matematika dari situasi yang belum terstruktur. Stoyanove menjelaskan situasi masalah yang belum terstrukstur sebagai situasi terbuka yang diberikan dan menggunakan format berikut:
a. Masalah open-ended (penyelidikan matematis).
b. Masalah yang sejenis dengan masalah yang diberikan.
c. Masalah dengan solusi serupa.
d. Masalah berkaitan dengan dalil khusus.
e. Masalah yang berasal dari gambaran yang diberikan
f. Masalah kata-kata.

Strategi ini dapat dikembangkan oleh siswa sebagai berikut:
a. Situasi kehidupan sehari-hari yang ditampilkan pada semua siswa.
b. Siswa diminta melengkapi situasi dari pandangan mereka untuk menyatakan masalahyang berasal dari situasi yang dibentuk.
c. Masing-masing siswa telah melengkapi masalah dari situasi tertentu untuk kemudian mengajukan beberapa pertanyaan dari situasi tersebut
d. Tulis semua masalah yang diajukan yang berkaitan dengan masalah tersebut.
(Abu-Elwan, 2007:2-5)


E. Kelebihan dan Kekurangan "PROBLEM POSING"

Setiap model pembelajaran pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Thobroni dan Mustofa (2012: 349) mengemukakan bahwa kelebihan metode problem posing adalah : 
1.Mendidik murid berfikir kritis 
2.Siswa aktif dalam pembelajaran 
3.Belajar menganalisis suatu masalah 
4.Mendidik anak percaya pada diri sendiri.

Menurut Norman dan Bakar (2011) menguraikan bahwa kelebihan model problem posing adalah:
1.Kemampuan memecahkan masalah/ mampu mencari berbagai jalan dari suatu kesulitan yang dihadapi
2. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman siswa / terampil menyelesaikan soal tentang materi yang diajarkan.
3. Mengetahui proses bagaimana cara siswa memecahkan masalah
4. Meningkatkan kemampuan mengajukan soal dan sikap yang positif terhadap materi pembelajaran.
Sejalan kedua pendapat diatas bahwa kelebihan model pembelajaran problem posing yaitu :
1. Siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran
2. Minat yang positif terhadap materi pembelajaran
3. Membantu siswa untuk melihat permasalahan yang ada sehingga meningkatkan kemampuan menyelesaikan masalah
4. Memunculkan ide yang kreatif dalam mengajukan soal
5. Mengetahui proses bagaimana cara siswa memecahkan masalah.

Kekurangan model problem posing yaitu :
1. Pembelajaran model problem posing membutuhkan waktu yang lama
2. Agar perlaksanaan kegiatan dalam membuat soal dapat dilakukan dengan baik perlu ditunjang oleh buku-buku yang dapat dijadikan pemahaman dalam kegiatan belajar terutama membuat soal.


Dari uraian di atas, tampak bahwa keterlibatan siswa untuk turut belajar dengan cara menerapkan model pembelajaran problem posing merupakan salah satu indikator keefektifan belajar. Siswa tidak hanya menerima saja materi dariguru, melainkan siswa juga berusaha menggali dan mengembangkan sendiri. Hasil belajar tidak hanya menghasilkan peningkatan pengetahuan tetapi juga meningkatkan keterampilan berpikir. Kemampuan siswa untuk mengerjakan soal-soal sejenis uraian perlu dilatih, agar penerapan model pembelajaran problem posing dapat optimal. Kemampuan tersebut akan tampak dengan jelas bila siswa mampu mengajukan soal-soal secara mandiri maupun berkelompok. Kemampuan siswa untuk mengerjakan soal tersebut dapat dideteksi lewat kemampuannya untuk menjelaskan penyelesaian soal yang diajukannya di depan kelas. Dengan penerapan model pembelajaran problem posing dapat melatih siswa belajar kreatif, disiplin, dan meningkatkan keterampilan berpikir siswa.


NOTE :
Untuk lebih jelasnya lagi tentang bagaimana implementasi Model Pembelajaran PROBLEM POSING, silahkan Anda kunjungi video saya di youtube dengan klik link berikut :
https://youtu.be/VqWYPU28iRc











Continue reading Model Pembelajaran Problem Possing(Pengajuan Soal)

Senin, 10 April 2017

Model Pembelajaran Problem Solving(Pemecahan Masalah)

Pembelajaran Matematika dengan Model Pembelajaran Problem Solving(Pemecahan Masalah)





A. Pengertian Problem Solving

Metode Problem Solving atau juga sering disebut dengan nama metode pemecahan masalah merupakan suatu cara yang dapat merangsang seseorang untuk menganalisis dan melakukan sintesis dalam kesatuan struktur atau situasi dimana masalah itu berada, atas inisiatif sendiri. Metode ini menuntut kemampuan untuk dapat melihat sebab akibat atau relasi-relasi diantara berbagai data, sehingga dapat menemukan kunci pembuka masalahnya. 
Metode pemecahan masalah (Problem Solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih peserta didik menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. Metode Problem Solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar, tetapi juga merupakan suatu metode berfikir, sebab dalam metode Problem Solving dapat menggunakan metode-metode lainnya yang dimulai dengan mencari data sampai pada menarik kesimpulan (Syaiful Bahri Djamarah 2006: 92). 
Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa metode Problem Solving merupakan suatu metode pemecahan masalah yang menuntut peserta didik untuk dapat memecahkan berbagai masalah yang ada baik secara perorangan maupun secara kelompok. Metode Problem Solving dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Karena dalam metode ini peserta didik dituntut untuk dapat memecahkan persoalan yang mereka hadapi. Proses pembelajarannya menekankan kepada proses mental peserta didik secara maksimal, bukan sekedar pembelajaran yang hanya menuntut peserta didik untuk sekedar mendengarkan dan mencatat saja, akan tetapi meghendaki aktivitas peserta didik dalam berpikir. Tujuan akhir yang ingin dicapai adalah kemampuan peserta didik dalam proses berpikir utuk memperoleh pengetahuan (Wina Sanjaya, 2005: 133). 
Sejalan dengan pendapat yang telah disampaikan oleh Wina Sanjaya, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode Problem Solving dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Karena metode tersebut menekankan pada kemampuan peserta didik untuk dapat memecahkan suatu permasalahan. Dengan demikian maka kemampuan berpikir kritis peserta didik akan terus terlatih. 


B. Tujuan Utama Penggunaan Model Problem Solving

Tujuan utama dari penggunaan metode Problem Solving tersebut antara lain: 
  1. Mengembangkan kemampuan berpikir, terutama didalam mencari sebab akibat dan tujuan suatu masalah. Metode ini melatih peserta didik dalam cara-cara mendekati dan cara-cara mengambil langkah-langkah apabila akan memecahkan suatu masalah. 
  2. Memberikan kepada peserta didik pengetahuan dan kecakapan praktis yang bernilai atau bermanfaat bagi keperluan hidup seharihari. 
Metode ini memberikan dasar-dasar pengalaman yang praktis mengenai bagaimana cara-cara memecahkan masalah dan kecakapan ini dapat diterapkan bagi keperluan menghadapi masalah-masalah lainnya didalam masyarakat. Kesimpulan dari penjelasan diatas, tujuan utama dari metode Problem Solving yaitu agar peserta didik mampu berpikir secara kritis dalam menghadapi suatu masalah dalam kehidupannya, baik masalah pribadi maupun masalah kelompok, sehingga dapat menemukan jalan keluar dari permasalahan yang mereka hadapi. Selain itu, diharapkan pula agar peserta didik mampu menghadapi dan memecahkan masalah secara terampil, sehingga dapat merangsang perkembangan cara berpikir dan kemampuan mereka


C. Ciri-Ciri  Model Problem Solving

Martinis Yamin (2009: 82-83) mengemukakan ciri-ciri pokok metode Problem Solving adalah sebagai berikut: 
  1. Siswa bekerja secara individual atau dalam kelompok kecil. 
  2. Tugas yang diselesaikan adalah persoalan realistis untuk dipecahkan. 
  3. Siswa menggunakan berbagai pendekatan jawaban.
  4. Hasil pemecahan masalah didiskusikan antara semua siswa.

D. Langkah-langkah  Model Problem Solving

Langkah-langkah dalam penggunaan metode Problem Solving menurut Syaiful Bahri Djamarah sebagai berikut: 
  1. Guru membagi kelas kedalam kelompok-kelompok kecil 
  2. Guru membagikan LKS yang berisi permasalahan-permasalahan yang harus dipecahkan 
  3. Peserta didik mencari data atau keterangandari berbagai sumber yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah, misalnya buku, artikel, atau diskusikelompok. 
  4. Menerapkan jawaban sementara dari masalah tersebut. 
  5. Menguji kebenaran jawaban sementara tersebut. Dalam langkah ini pesertadidik harus berusaha memecahkan masalah sehingga betul- betul yakin bahwa jawaban tersebut betul-betul cocok, apakah sesuai dengan jawaban sementara atau sama sekali tidak sesuai. 
  6. Menarik kesimpulan, pesertadidik harus sampai kepada kesimpulan terakhir tentang jawaban dari masalah tadi. 
  7. Mempresentasikan hasil jawaban dari persoalan yang telah dipecahkan. 

E. Kelebihan Model Problem Solving 
  • Metode ini dapat membuat pendidikan di sekolah menjadi lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dengan dunia kerja. 
  • Proses belajar mengajar melalui pemecahan masalah dapat membiasakan peserta didik menghadapi dan memecahkan masalah secara terampil, apabila menghadapi permasalahan didalam kehidupan nyata. 
  • Mengembangkan pemecahan yang bermakna dalam rangka memahami bahan ajar. 
  • Memberikan tantangan kepada peserta didik, dan mereka akan merasa puas dari hasil penemuan baru itu. 
  • Dapat melibatkan peserta didik secara aktif dalam belajar. 
  • Dapat membantu peserta didik mengembangkan ketrampilan berpikir kritis dan kemampuan mereka mengadaptasi situasi pembelajaran baru. 
  • Pemecahan masalah membantu peserta didik mengevaluasi pemahamannya dan mengidentifiksikan alur berfikirnya. 
  
E. Kekurangan Model Problem Solving
  • Memerlukan kemampuan khusus dan ketrampilan guru dalam menentukan suatu masalah yang tingkat kesulitannya sesuai dengan tingkat berpikirpeserta didik, tingkat sekolah dan kelasnya serta pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki peserta didik. 
  • Proses belajar mengajar dengan menggunakan metode ini sering memerlukan waktu yang cukup banyak dan sering terpaksa mengambil waktu pelajaran lain. 
  • Mengubah kebiasaan peserta didik belajar dengan mendengarkan dan menerima informasi dari guru menjadi belajar dengan banyak berfikir memecahkan permasalahan sendiri atau kelompok, yang kadang-kadang memerlukan sumber belajar, merupakan kesulitan tersendiri bagi peserta didik. 
  • Ketika peserta didik bekerja dalam kelompok, mudah kehilangan kemampuan dan kepercayaan, karena didominasi oleh yang mampu.

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa kelebihan metode Problem Solving yaitu dapat melibatkan peserta didik dalam proses pembelajaran, sehingga pembelajaran akan lebih bermakna karena peserta didik terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran, selain itu metode ini juga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik, karena mereka akan terbiasa dihadapkan pada permasalahan-permasalahan yang menuntut untuk dipecahkan. Namun disisi lain metode ini juga memerlukan banyak waktu dalam pengaplikasiaanya.


Sekian postingan kali ini. Semoga bermanfaat :)


Continue reading Model Pembelajaran Problem Solving(Pemecahan Masalah)

Kamis, 30 Maret 2017

ScreenCast O Matic

Aplikasi Perekam Video "ScreenCast O Matic"

Screencast O Matic adalah sebuah aplikasi berbasis Java yang digunakan untuk membuat screencasts pada sistem operasiWindows, Mac, dan Linux. Screencast O Matic memberikan layanan software gratis yang memungkinkan pengguna untuk merekam semua tampilan dan gerakan dari layar monitor, baik itu gerakan kursor dan klik indikator, mudah untuk digunakan, dapat menambahkan keterangan atau komentar dengan mudah.

Software ini dapat didownload di http://www.screencast-o-matic.com/ . Video dapat disimpan dalam format MP4, AVI, atau FLV dan kemudian upload ke Screencast O Matic, web space atau YouTube.

Screencast O Matic video dapat dibuat dan dilihat kapan saja dan di mana saja oleh
pengguna yang memiliki koneksi Internet dan browser.


A. Instalasi Screencast O Matic

Sebelum dapat menggunakan Screencast O Matic, Anda perlu melakukan instalasi software pada komputer ataupun laptop dengan langkah-langkah sebagai berikut:
- Download terlebih dahulu software Screencast O Matic di http://www.screencast-o-matic.com/




















- Pilih software installer Screencast O Matic pada folder penyimpanan, kemudian klik 2 (dua) kali atau klik kanan kemudian pilih open.




- Setelah menu pop-up instalasi (welcome to the Screencast-o-matic setup wizard) muncul pilih tombol install untuk melanjutkan proses instalasi.






- Biarkan proses instalasi program selesai dijalankan, sehingga akan muncul menu popup berikutnya.






- Centang check box jika ingin memulai program dan tekan tombol Finish, atau sebaliknya jangan pilih check box jika tidak ingin menjalankan software.



B. Cara Menggunakan ScreenCast O Matic

-Setelah penginstalan Screencast O Matic, maka software dapat langsung digunakan tanpa harus memerlukan registrasi.

-Pilih tombol Use free version (tanda kotak merah) untuk ke tampilan awal Screencas O Matic


Sekian postingan ini saya tulis. Semoga Bermanfaat :)

Continue reading ScreenCast O Matic

Selasa, 28 Maret 2017

GEOGEBRA

Pemanfaatan geogebra dalam pembelajaran Matematika

Geogebra singkatan dari Geometry dan Algebra. Program aplikasi ini diciptakan oleh Markus Hohenwarter.  Alamat resmi gerogebra adalah geogebra.org. Geogebra merupakan produk non-profit dan berlisensi publik. Artinya geogebra bukan merupakan aplikasi yang ditujukan untuk penjualan atau pembelian dalam rangka mencari keuntungan. Dengan ini kita bisa mendapatkan aplikasi Geogebra secara gratis dan kita boleh menyebar luaskan kepada setiap orang.

Geogebra merupakan program aplikasi ICT yang ditujukan untuk membantu pembelajaran Matematika dalam bidang Geometri, Satistika, Kalkulus, dan Aljabar. Kita dapat meghubungkan titik, garis, segmen, vektor dengan bentuk yang lebih dinamis.




Karena Geogebra memiliki cakupan bidang Geometri, Satistika, Kalkulus, dan Aljabar, maka fungsi dari Geogebra juga dapat dikelompokkan menjadi 4 bagian. Banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari geogebra ini, diantaranya yaitu memudahkan kita dalam menggambar grafik, membantu perhitungan dalam geometri seperti mencari titik potong garis dan menentukan panjang garis, dalam bidang kalkulus kita juga bisa menggunakan geogebra ini untuk mencari turunan suatu fungsi, menghitung luas dibawah kurva, dan lain-lain. Namun di sini akan lebih banyak di bahas tentang fungsi Geogebra dalam pembelajaran Aljabar pada materi Fungsi Polynomial.

Dalam pembelajaran fungsi selalu berkaitan dengan grafik. Oleh karena di samping mempelajari fungsi itu sendiri, tentu selalu di ikuti degan cara-cara melukis grafik fungsi tersebut. Biasanya guru meminta para peserta didik untuk melukis grafik fungsi seacara manual. Yaitu dengan cara mencari titik koordinat yang dibutuhkan untuk membantu melukis garfik fungsi tersebut.

Karena pada dasarnya matematika merupakan salah satu cabang ilmu pegetahuan yang abstrak. Sehingga memiliki tingkat kesulitan tertentu dalam mempelajarinya. Dengan adanya geogebra, para pendidik dapat menjelaskan bagaimana melukis grafik fungsi secara lebih jelas. Para pendidik dapat mengilustrasikan materi yang akan dipelajari dengan menampilkan grafik yang telah jadi dengan tingkat ketelitian yang tinggi, sehingga lebih akurat. Maka para peserta didik dapat memahami dengan cepat.


Selamat mencoba ^_^
Continue reading GEOGEBRA

Rabu, 08 Februari 2017

ExeLearning

APLIKASI EXE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Banyak sekali aplikasi yang dapat digunakan dalam membuat modul elektronik. Aplikasi tersebut bisa di download gratis di internet. Di zaman canggih sekarang ini sangat mudah sekali mencari aplikasi-aplikasi apa saja yang Anda inginkan secara gratis. 

Aplikasi yang biasanya digunakan dalam membuat modul elektronik banyak sekali, diantaranya yakni sebagai berikut :
1. Calibre 
2. Sigil
3. Mobipocket Creator
4. ePUBee Maker
5. eXeLearning , dan lain-lain.

Pada postingan kali ini penulis menggunakan aplikasi eXeLearning  1.04.0 untuk membuat sebuah modul elektronik.

1. Pengertian ExeLearning

eXe Learning adalah sebuah aplikasi open source yang dapat digunakan untuk membuat bahan ajar dalam konten web tanpa harus mengetahui bahasa pemograman HTML. eXe Learning merupakan singkatan dari eLearning XHTML Editor Learning. Dalam postingan ini aplikasi eXe Learning yang digunakan untuk membuat modul elektronik atau buku elektronik (e-book) dapat di unduh di http://www.exelearning.org
Aplikasi eXe Learning dapat mengubah file yang dibuat menjadi paket IMS, SCORM dan Website. 

2. Kelebihan Exe Learning

Kelebihan yang dapat diperoleh ketika kita membuat modul elektronik atau buku elektronik (e-book) dengan menggunakan aplikasi eXe Learning yaitu sebagai berikut : 
~Mudah dijalankan bagi pemula yang tidak mengetahui bahasa pemograman HTML
~Memiliki desain yang sederhana
~Merupakan software gratis dan dibuka tanpa harus terkoneksi dengan internet
~Pengguna mudah memahami bahasanya
~Bisa digunakan di sistem operasi Window maupun Linux
~Standar keluaran eXe Learning berupa SCORM

3. Kekurangan Exe Learning

Kekurang yang dapat diperoleh ketika kita membuat modul elektronik atau buku elektronik (e-book) dengan menggunakan aplikasi eXe Learning sangat terasa pada saat proes belajar megajar yaitu sebagai berikut : 
~Proses belajar mengajar terpusat ke arah pelatihan daripada pendikan
~Pengguna biasanya mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial
~Interaksi antara pengguna seperti dosen dan mahasiswa atau antar mahasiswa menjadi kurang
~Tidak semua pengguna bisa menguasai bahasa komputer
~Pengguna seperti dosen atau guru sangat dituntut dalam menguasai proses mengajar dengan TIK

Untuk informasi mengenai cara membuat modul elektronik dengan aplikasi Exelearning, silahkan kalian download filenya di my slideshare yaitu https://www.slideshare.net/NoviSuryani2/cara-membuat-modul-elektronik-menggunakan-aplikasi-exelearning



Selamat mencoba ^_^
Continue reading ExeLearning

Minggu, 08 Januari 2017

Aplikasi Pembuat Grafik Matematika "DESMOS"

Seiring dengan perkembangan zaman, seluruh penjuru dunia pasti telah terinveksi dengan perkembangan teknologi yang melesat. Hampir setiap segi kehidupan ini menggunakan kecanggihan dari teknologi. Teknologi canggih memang sangat membantu pekerjaan manusia baik dari bidang pendidikan, ekonomi, politik, sosial, dan lain sebagainya. Jadi, baiknya kita semua ikut berpartisipasi dalam perkembangan teknologi yang pastinya nanti akan memudahkan semua perkerjaan kita.

Pada postingan kali ini, saya akan membahasa seputar aplikasi matematika yang mempermudah Anda dalam menyelesaikan soal atau problem yang berkaitan dengan grafik.

Aplikasi ini bernama "DESMOS". Aplikasi pembuat grafik ini tidak hanya bisa digunakan untuk PC maupun IOS, namun bisa juga digunakan melalui Android dengan mendownload nya di Play Store. Disini Anda bisa menggambar titik koordinat, grafik fungsi linier, grafik fungsi kuadrat, grafik fungsi trigonometri, grafik fungsi eksponen dan yang lainnya. Aplikasi ini bisa diakses pada link https://www.desmos.com/ dan tampilan online "DESMOS" kurang lebih seperti pada gambar berikut.





Setelah itu silahkan Anda klik tombol Start Graphing. Masukkan fungsi yang Anda inginkan pada bagian yang tersedia. Dengan cepat Anda akan langsung memperoleh gambar grafik yang Anda inginkan.




Disini juga terdapat banyak menu yang memuat contoh-contoh grafik, jadi Anda tinggal mengedit angka nya saja.




Jika tampilan yang disediakan dalam bentuk bahasa Inggris , Anda bisa menggantinya dengan bahasa Indonesia. Sangat simple bukan? Nah untuk Anda yang kebingungan dalam membuat grafik apalagi dalam skala besar, bisa Anda coba aplikasi grafik "DESMOS" ini kapan pun dan dimana pun Anda mau.  Selain murah juga bisa digunakan dimana saja dan kapan saja.

Sekian penjelasan tentang aplikasi "DESMOS" ini. 
Selamat mencoba guys :)



Continue reading Aplikasi Pembuat Grafik Matematika "DESMOS"

Senin, 25 Juli 2016

Symbolab Math Solver

Hello world. Dewasa ini globalisasi sudah merambah ke segala hal mulai dari sisi ekonomi, sosial maupun pendidikan. Tentu saja pendidikan zaman sekarang sudah lebih canggih semenjak adanya globalisasi. Sebagian di sekolah-sekolah maupun perguruan tinggi di Indonesia khususnya sudah menerapkan pembelajaran berbasis ICT. Untuk mempermudah pembelajaran pelajar maupun mahasiswa mulai menggandeng gadget nya sebagai sarana belajar.

Matematika kedengarannya sulit menurut pandangan sebagian orang, padahalnya sebenarnya justru menarik. Menarik karena apa? karena matematika tidak perlu repot-repot untuk dihapal hehehehe. Banyak sekali contoh kehidupan nyata di dunia ini yang merupakan aplikasi dari matematika. Seperti pedagang yang berjualan, hal tersebut menggunakan prinsip aritmatika sosial tentunya. Hal inilah yang sebenarnya membuatnya menarik.

Nah sekarang sudah ada aplikasi untuk menyelesaikan berbagai macam masalah matematika yaitu Symbolab Math Solver. Anda tidak perlu repot-repot lagi kebingungan mencari solusi untuk menjawab soal matematika yang sulit. Aplikasi ini tidak hanya bisa digunakan untuk PC maupun IOS, namun bisa juga digunakan melalui Android. Sangat menarik dan menyenangkan bukan? Nah untuk lebih jelasnya silakan Klik link di bawah ini : 
https://www.symbolab.com/



Tampilan di atas merupakan tampilan awal ketika Anda membuka aplikasi ini. Banyak sekali menu yang bisa digunakan dalam membantu Anda dalam menyelesaikan soal Matematika. Mulai dari materi Aljabar, Geometri, Trigonometri, Limit, Turunan(Derivative), Integral, Matriks, dan lain sebagainya. Aplikasi ini tidak hanya memberikan jawaban dari soal yang Anda input, tetapi dilengkapi juga dengan penyelesaiannya secara lengkap. 



Symbolab Math Solver ini sangat mudah diakses. Dengan kecanggihan aplikasi ini, Anda jangan sampai menyalahgunakannya untuk kepentingan yang tidak mungkin seperti saat ujian. Justru dengan adanya aplikasi ini, Anda diharapkan dapat mendapatkan pengetahuan baru seputar langkah-langkah penyelesaian soal matematika dan juga dapat dijadikan sebagai sumber belajar terbaik dalam Matematika. 

Sekian pemaparan tentang aplikasi Symbolab ini. Selamat membaca dan semoga bermanfaat :)
Continue reading Symbolab Math Solver

Kamis, 05 Mei 2016

Power Point Aritmatika Sosial

            Microsoft Office Power Point dalam Matematika
                       
                         Microsoft Office Power Point 2007 merupakan software terobosan dari Microsoft Office yang berguna dalam proses presentasi. Dalam Matematika notabennya tidak hanya sebuah kalkulator atau alat hitung lainnya yang digunakan dalam proses pembelajaran Matematika, tetapi Microsoft Office Power Point 2007 pun juga sangat berguna dalam mendukung proses kegiatan belajar dan mengajar Matematika.
            Software ini bertujuan agar dapat memudahkan dalam kegiatan belajar dan mengajar Matematika di sekolah. Apalagi pada sofware ini telah dilengkapi dengan tampilan-tampilan yang menarik dan bisa membuat siswa semakin semangat dalam proses belajar Matematika. Jadi, dalam pelajaran Matematika pun aplikasi Microsoft Office Power Point 2007 sangat baik digunakan pada proses pembelajaran.
          Penulis pada materi ini membuat presentasi dari Microsoft Office Power Point 2007 yang berjudul Aritmatika Sosial. 


4.2.1        Pengertian Aritmatika Sosial
                        
                         Aritmetika merupakan bagian dari Matematika yang disebut ilmu hitung. Kata “sosial” dapat diartikan sebagai hal-hal yang berkenaan dengan masyarakat. Jadi, aritmetika sosial dapat diartikan sebagai bagian dari Matematika yang membahas perhitungan-perhitungan yang digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
            
                        Kegiatan perdagangan yang biasa dilakukan oleh masyarakat meliputi kegiatan jual beli barang antara penjual (pedagang) dan pembeli. Kegiatan perdagangan dapat terjadi berdasarkan prinsip saling menguntungkan. Penjual mendapat keuntungan berupa uang dari barang yang dijualnya, sedangkan pembeli mendapat keuntungan dari barang yang dibelinya atas dasar manfaat yang diperoleh dari barang tersebut
            Dalam melakukan kegiatan perdagangan, seorang pedagang harus pandai melakukan perhitungan perdagangan atas barang dagangannya. Misalnya, untuk mendapatkan keuntungan yang wajar, seorang pedagang harus menetapkan berapa harga jual pada barang dagangannya sehingga harga jual tersebut tidak terlalu tinggi (agar dapat bersaing) dan juga tidak terlalu rendah (agar tidak rugi). Hal itu tentunya membutuhkan perhitungan tertentu yang dibahas dalam aritmetika sosial.


4.2.2         Tampilan slide-slide dari Ppt Aritmatika Sosial













f           
              Semoga bermanfaat ;)
Continue reading Power Point Aritmatika Sosial

Alat Peraga Pembelajaran Matematika "Math Domino"

TUGAS PBM DAN TIK MATEMATIKA
“MATH DOMINO” 




Disusun Untuk Memenuhi Persyaratan Mata Kuliah
PBM dan TIK Semester 2
Program Studi Pendidikan Matematika


Dosen Pembimbing :
Prof.Dr.Zulkardi,M.I.Komp
Weni Dwi,S.Pd,M.Sc
  
Oleh :
          Kelompok 8
1.     Novi Suryani
2.     Fitriyah
3.     Amy Arimbi


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PEDIDIKAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA PALEMBANG

2016




KATA PENGANTAR
            Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas berkat rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat waktu.  Sholawat teriring salam semoga selalu tercurah kepada suri tauladan kita Rasulullah SAW , beserta keluarga , sahabat dan pengikutnya yang tetap istiqomah hingga akhir zaman.
           
          Dalam makalah ini penulis mengambil judul TUGAS PBM DAN TIK MATEMATIKA “MATH DOMINO” yang berisi pemahaman materi bagi siswa sebagai saran belajar agar siswa lebih aktif dan kreatif. Dalam penulisan makalah ini penulis banyak mendapatkan bantuan baik berupa tenaga dan ide dari berbagai pihak, baik secara langsung maupun tak langsung. Untuk itu penulis mengucapkan banyak terima kasih dengan tulus kepada:
1.      Bapak Prof.Dr.Zulkardi,M.I.Komp dan Ibu Weni,S.Pd,M.Sc selaku dosen pembimbing
2.      Orang tua , serta teman-teman kelas Pendidikan Matematika Palembang 2015

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak sekali kekurangan. Oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak. Penulis berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat untuk menambah ilmu pengetahuan bagi semua pihak yang membacanya di masa yang akan datang. 
Akhirnya atas segala bantuan yang telah diberikan, penulis mengucapkan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan Rahmat dan Ridho-Nya kepada kita semua. Dan akhir kata penulis berharap kiranya makalah ini dapat bermanfaat bagi kita bersama.

Palembang , 01 Februari 2016
                                                                                                                       

 Penulis





PEMBAHASAN

Math domino merupakan suatu permainan yang penulis buat sebagai alat peraga dalam pelajaran Matematika. Permainan Math Domino atau Domino Matematika juga merupakan inovasi dari domino pada umumnya, hanya saja isi pada kartu Math Domino berisi materi pada pelajaran Matematika. Materi-materi tersebut diantaranya yaitu Akar, Turunan, Bangun datar, Peluang, Trigonometri, Limit dan Logaritma. Penulis sengaja memilih mater-materi tersebut karena semua materi itu biasanya banyak dilupakan para siswa karena dinilai agak terlalu susah atau ribet. Jadi , dengan adanya domino dengan isi semua materi tersebut dimaksudkan agar siswa dapat mengingat kembali materi tersebut.

Tujuan penulis membuat permainan Math Domino ini yaitu untuk melatih kemampuan berhitung siswa dengan metode mengingat  atau melatih kemampuan berhitung siswa tanpa menggunakan kertas untuk menghitungnya. Karena dengan cara seperti ini otomatis dapat membangkitkan gairah atau semangat siswa untuk lebih mendalami materi yang terdapat pada domino tersebut agar mereka dapat memainkannya dengan baik.

Math Domino ini bisa dimainkan siswa pada tingkat SMA karena disitu terdapat materi turunan, trigonometri, limit, dan logaritma. Permainan ini juga bisa dimainkan pada kalangan mahasiswa.
Dalam pembuatan alat peraga Math Domino dibutuhkan alat dan bahan sebagai berikut:

Ø  Alat dan Bahan
a.       Kertas foto
b.      Gunting
c.       Microsoft Office Word 2007

Ø  Cara membuat “Math Domino”
a.         Buatlah kotak-kotak dasar layaknya kotak persegi panjang yang dibagi menjadi dua , pada Microsoft Office Word 2007 sebanyak 28 kotak seperti domino pada umumnya. Ukuran yang digunakan seperlunya saja, jangan terlalu besar atau kecil.


b.         Setelah kotak selesai dibuat, kotak-kotak tersebut diisi dengan simbol dan pertanyaan yang sesuai dengan materi Perpangkatan, Akar, Turunan, Bangun datar, Peluang, Trigonometri, Limit dan Logaritma sehingga menyerupai bentuk kartu domino pada umumnya.


c.         Kemudian print atau cetak hasil olah dari kartu-kartu tersebut.

d.         Kartu-kartu tersebut digunting sesuai dengan pola yang telah disediakan.


e.         Susun kartu-kartu tersebut secara berurutan layaknya kartu domino pada umumnya.



Ø  Cara menggunakannya atau cara memainkannya
a.       Tunjuk 4 siswa untuk memainkannya.
b.      Setiap siswa masing-masing berhak mendapat 7 kartu.
c.       Prosedurnya sama seperti pada prosedur permainan domino biasanya.
(lihat gambar berikut)








PENUTUP
Kesimpulan

          Dari alat peraga Matematika yang kelompok kami buat yaitu “Math Domino” dapat memberikan nilai-nilai positif kepada siswa yang hendak akan diajarkan. Karena model alat peraga berupa permainan yang mengasah kemampuan ingatan seorang siswa.
            Jadi disini siswa dilatih kemampuan menghitung diluar kertas atau tanpa mencoretnya kertas agar siswa bisa lebih menjadi kreatif dan terus mengingat materi-materi pelajaran Matematika yang tertera di domino tersebut. Dan juga alat peraga ini dapat merangsang kemampuan kreatifitas siswa dalam menyusun tata letak domino atau melatih strategi dalam bermain agar dapat memperoleh kemenangan disetiap babak yang disediakan.
            Penulis menyadari bahwa dalam proses pengerjaan alat peraga ini masih banyak kekurangan. Dan penulis sangat membutuhkan saran dan kritik dari pembaca demi memperbaiki kesalahan yang ada dalam proses pembuatan alat peraga ini.
            Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih .





LAMPIRAN

Ø  Prof.Dr.Zulkardi Harun,S.Pd,M.I.Komp
                 Menurut bapak Prof.Dr.Zulkardi Harun,S.Pd,M.I.Komp selaku dosen pembimbing kami, sebenarnya karya alat peraga yang telah kelompok kami buat itu sudah bagus dan kreatif. Tapi disini Pak Zulkardi menyatakan bahwa ada kekurangan dalam proses demonstrasi alat peraga ini. Kekurangannya yaitu kelompok kami kurang media untuk memainkannya. Sebagai saran Pak Zulkardi meminta kelompok kami sebaiknya menyediakan suatu meja atau wadah untuk memainkannya agar siswa atau penonton dapat menyaksikan semua bukan hanya yg duduk di depan saja. Atau kami sebaiknya membentuk audiens menjadi beberapa kelompok agar seluruh audiens bisa ikut juga memainkannya.

Ø  Weni,S.Pd,M.Sc
              Sama seperti yang dikatakan pak Zulkardi , menurut ibu Weni,S.Pd,M.Sc selaku dosen pembimbing kami juga alat peraga yang kami buat itu sudah kreatif. Akan tetapi sebaiknya materi yang dicantumkan dalam domino ini jangan bercampur , melainkan satu topik. Agar dalam prakteknya nanti bisa diberikan kepada siswa pada satu materi tertentu dengan tujuan untuk lebih efektif dalam proses belajarnya.

Ø  Aisyah Turidho
                 Disini yang disampaikan oleh saudari kami Aisyah Turidho sama halnya dengan yang disampaikan oleh Pak Zulkardi dan Ibu Weni. Bahwa dalam proses demonstrasi “Math Domino” ini alangkah baiknya jika menggunakan media lain seperti ditempel di karton yang di pajangkan di depan kelas agar semua audiens bisa melihat dengan saksama. Atau bisa menggunakan media ppt dengan membuat sebuah model permainan domino sederhana dengan aplikasi yang ada di dalam komputer.


Continue reading Alat Peraga Pembelajaran Matematika "Math Domino"